Episode 9

1001 Kata
Malam hari disebuah kamar yang sudah dihiasi layaknya sebuah kamar seorang pengantin namun ntah lah mungkin tidak ada yang namanya malam pertama, oohh tidakk membayangkannya saja sudah membuat Alia merinding dan takut. ceklek suara pintu mengangetkan seorang gadis yang tengah membersihkan wajahnya didepan meja rias kemudian menoleh namun memilih kembali fokus dengan wajahnya karna malas bersitatap muka dengan pria menyebalkan tersebut. Ya setelah tadi siang terucap ijab kabul resmi yang disaksikan oleh keluarga nya beserta para tamu kolage bisinis yang memang diundang oleh pak aji sebagai cara memperkenalkan dan menghilangkan gosip miring yang menghebohkan kemarin. bahkan kalimat "saya terima nikah dan kawinnya Alia binti Sardi dengan maskawin cincin emas 2gram dan uang tunai dua ratus enam puluh lima ribu dibayar tunai." masih terngiang-ngiang ditelinga dan ada dipikiran Alia bahwa ternyata kenyataan nya sekarang ia telah resmi menjadi istri dari seorang Airlangga setiyoaji. "ahh ya tuhan walau menyebalkan dia adalah suamiku sekarang" batin alia sembari menggeleng kan kepala " kamu ngomong apa tadi?" suara bariton memecahkan keheningan " ah tidak apa-apa, aku ngga ngomong apa apa." " hmm begitu ya." " ini orang cenayang apa emang bisa baca pikiran orang sih?" batin Alia lagi " jangan mengomel sendiri." " iih siapa juga sih orang lagi diem aja daritadi." ckkk " terserah" " dasar tua Bangka nyebelin" batin Alia menggurutu lagi " saya ngga tua gausah begitu" " iih apa sih kok dia tau duuh makin rese aja nih orang". ia kemudian berhenti menggurutu dalam batinnya daripada nanti terbaca lagi pikirannya. mungkin hanya kebetulan tapi jika seseorang tiba-tiba bisa menebak apa yang kita pikirkan tentu ada rasa takut bukan? untung saja Alia sedang tidak memikirkan 21+ ckckck. setelah selesai mandi Rangga hendak mengambil baju diwalk in clothes nya. namun saat membuka pintu kamar mandinya ia sudah mendapati sang istri tengah duduk di ranjang dengan tatapan menganga melihat tubuhnya yang terekpost. well, tentu saja karna memang ia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya sedangkan bagian d**a terpampang dengan jelas tubuh erotis enam roti sobek dan otot tangan yang bisa dipastikan 'ulalala' bikin kaum hawa melongo sist. " mulutmu bisa kau tutup tidak?" refleks Alia langsung menutup mulut dan membuang mukanya karna malu sudah melihat om tua tersebut dengan tatapan yang seolah menginginkan tubuh erostis tersebut. aarrggh menjijikkan sekali rasanya ingin menghikang dari bumi dan pindah planet wkwk " kau tidur dibawah, aku mau tidur sekarang jadi menyingkirlah." " apa? om tega banget jadi laki laki ngbiarin cewe tidur dibawah dilantai yg dingin gini" " sudah gausah kebanyakan drama ahh atau kamu mau tidur seranjang sama saya?" seraya mengedipkan mata hhiiihhh menggerakkan tubuh seolah mengisyaratkan seperti orang yang jiji terhadap sesuatu " bisa bisa badan saya ngga utuh kalo tidur sama om hiih ngga mau" " terus? kamu pikir saya mau tidur dibawah?" " ya tapi masa saya sih om, om jadi laki laki kok ngga mau ngalah sama cewe." tiba tiba Rangga mendekat dan Alia yang masih duduk diatas ranjang sehingga wajahnya begitu dekat bahkan deru nafas masing masing begitu terasa. " om mau ngapain" seru Alia Dengan suara tertahan karna baru pertama kali ia bertatapan dengan seorang pria dengan jarak yang begitu dekat aargh bukan dekat lagi tapi ini mepet banget namanya cooyyyy. " katanya kamu ngga mau tidur dibawah jadi ya kita tidur bareng aja gimana.?" " om jangan Ngada Ngada iishh sana ah." tangannya mencoba mendorong d**a bidang yang bak batu bata yang tersusun rapi tersebut namun gagal. bahkan Rangga terus mendekatkan wajahnya sehingga membuat Alia memundurkan badannya sampai ketepi ranjang. " aaahhhhh" gedebug tubuh Alia jatuh ke lantai karna mencoba menghindari tatapan m***m om om yang ada didepannya. " saya ngga peduli yang saya peduli saya tidur nyenyak dikasur tanpa ada kamu" " dasar laki laki ngga berperasaan." seraya mencibikan bibir dan berdiri dari ranjang. " emang saya ngga ada perasaan apa apa sama kamu kok." ' tua Bangka nyebelin gua sembelih dah lu pas lebaran haji' gerutu alia. " apa kamu bilang?" dengan mimik wajah cemberut seolah tau apa yang Alia pikirkan. " ngga gada kek cenayan aja bisa tau pikiran orang." " dasar, udah sana kamu tidur disofa aja terus selimutnya ambil sendiri tuh diwalk in closet bagian bawah tapi jangan pegang pegang baju saya, awas kamu." dengan nada seolah seorang bos yang memerintahkan OB nya. Alia pun berjalan menuju walk in clothes dengan memegangi punggungnya yang sakit karna terjatuh tadi. namun diluar pintu tanpa mereka sadari ada seorang wanuta paruh baya yang niatnya hendak mengajak nonton tv sambil ngerumpi bersama ala emak emak kepada menantu baru nya. tapi saat tangannya hendak mengetuk pintu ia disungguhkan dengan suara erotis ala pasutri dimalam hari. sebenarnya bukan erotis gekut diranjang lebih tepat nya jatuh dari ranjang wkwk namun terdengar dari luar adalah suara yang membuat otak traveling sehingga ia pun senyum senyum sendiri sambil membayangkan yang dilakukan anaknya. " aahh ya Tuhan kenapa aku membayangkan hal begituan, astaga sudah tua begini udah punya mantu membayangkan hal begituan hahah sudah lah aku balik ke papa aja hihi." tawa yang tertahan karna takut mengganggu adegan panas anaknya walaupun sebenarnya memang anaknya tidak melakukan hal apapun ckckck. " mama kenapa senyum begitu? jangan bilang mama habis ngintipin ajak kita bikin cucu?" sembari tertawa karna ucapannya sendiri " bahkan terdengar pah suaranya tadi ahhah." " hah? mamah serius ngintipin mereka?" " ngga lah tadi nya kan mamah mau ngajak Alia nonton tv bareng sambil ngobrol mamah juga mau kasih nasihat dia juga sama ngasih tau gimana sifat Rangga. mereka kan ketemu sebentar belum mengenal lebih dalam jadi mama mau ajak dia ngbrol ehh tapi pas didepan pintu malah mama dengeri suara 21+ yang erotis banget hahah" " bahasa mu mah kaya pengantin baru aja hahah." " iih tapi serius pah mama ngga bohong, mamah denger sendiri suaranya." " udah mah jangan diganggu proses pembuatan cucu jita biar cepet jadi." " iya lah bener juga." " hahahah " tawa renyah sepasang suami istri yang sudah matang pun pecah mengingat yang terjadi tadi. mereka kembali melanjutkan nonton tv sembari mengobrol hal lainnya sampai larut malam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN