Dua minggu berlalu sejak hari pesta, namun tidak ada yang berubah dari Ayana. Nadin mulai ragu kalau rencananya akan berhasil. Apalagi Ayana seakan menghindar darinya, membuatnya merasa sedikit curiga kalau dia menyembunyikan sesuatu. Tapi mau bertanya Nadin takut kalau Ayana curiga Nadin membanting tasnya ke sofa, Kevin yang sedang duduk tak jauh dari sana menatap penuh tanya. Yah, semenjak mereka sering tidur bersama, apartemen Kevin sudah seperti rumah kedua untuk Nadin. "Kenapa lagi?" tanya Kevin. Ia jenuh, lama-lama merasa ambisi Nadin semakin tak masuk akal. Tapi karena cinta ia membiarkan semua yang dilakukan Nadin. Walau berada dijalur yang salah sekalipun. Ia telah menjadi b***k cinta seorang Nadin. "Udah dua minggu loh, tapi kenapa gak ada perubahan dari Ayana! Kesel tau!

