Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh lebih sepuluh menit, beberapa menit lagi keluarga tante Kinanti tiba di rumah Ayana. Sedangkan Ayana sendiri tengah menenangkan diri di kamar, perasaanya meragu sekarang. Apalagi setelah membaca ulang pesan yang dikirim Samuel kemarin. From : Samuel Ay, please ikut aku pulang. From : Samuel Jawab pesanku, aku harus mengajakmu pulang. From : Samuel Apa kamu sungguhan membenciku hingga tidak mau menemuiku? Itu pesan terakhir dari Samuel, hingga hari ini belum ada satupun pesan masuk ke ponsel Ayana. Setetes air mata terjatuh, lalu diikuti tetesan berikutnya. Ayana merasa bingung, satu sisi ia memang tak bisa berbohong kalau mencintai Samuel, tapi sisi lainnya laki-laki itu membuatnya benci. Benci karena Samuel penyebab semua masalah menimp

