Samuel mematikan rekaman di ponselnya, bukti ini lebih dari cukup untuk membuktikan pada Ayana bahwa Nadin tidak sebaik yang dia kira selama ini. Samuel bangkit berdiri merapikan jasnya yang sedikit lecek. "Bawa kemari matras itu, siapkan kameranya," perintah Samuel. Anak buah Samuel segera bergegas melaksanakan perintah Samuel. Mereka menempatkan matras berukuran besar di tengah ruangan, lalu ada sebuah kamera di sampingnya. Nadin yang melihat itu wajahnya pucat seketika, firasatnya buruk. "Kamu menipuku, Samuel!" "Ada apa, Nadin?" tanya Kevin. Ikatan di matanya belum dilepas, ia tidak bisa melihat apapun. Namun pasti apapun itu bukan sesuatu yang baik. "Aku menipumu di bagian mana? Aku bilang kalau kamu akan bahagia, dan ini aku sedang mempersiapkan kebahagiaanmu." Bahagianya Na

