31. Isi Hati Samuel 2

1292 Kata

"Jadi sejak awal kamu memang sengaja kan! Dasar brengsek." Ayana menggunakan bantal dalam pangkuannya untuk memukuli tubuh Samuel, merasa tidak terima kalau Samuel memang sengaja menjebaknya. Bisa-bisanya dulu ia percaya kalau Samuel memang benar menolongnya. Bagaimana kalau seandainya ia sungguhan hamil karena kejadian itu. Bukan hanya kuliahnya yang akan terganggu, orang tuanya juga akan menanggung malu. "Aw, aduh. Tapi aku berniat menolongmu, Ay." Samuel meringkuk, melindungi kepalanya dengan kedua tangan. "Bullshit! Kalau kamu berniat menolongku, harusnya kamu antar aku pulang. Atau lakukan sesuatu yang bisa menyembuhkanku, bukan malah ambil kesempatan dalam kesempitan!" "Maaf, Ay." "Kamu tahu, aku bahkan merasa ketakutan setengah mati. Takut bagaimana kalau sampai Nadin tahu. Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN