Wanita bertubuh subur itu berjalan masuk ke dalam rumah. Sedikitpun ia tidak menatap pada Rani yang masih berbincang dengan Ibu Fatimah. Ia terlihat kesal, karena Rani telah membohonginya. Jika ia tau Rani memiliki uang, maka ia tidak akan mungkin meminjam pada Ustaz Azhar. "Terimakasih Ran, ibu minta maaf karena hampir saja marah-marah sama Umi kamu." Suara dari luar rumah terdengar hingga di ruang makan rumah Umi. Rupanya segelas air putih yang sudah Umi teguk hingga tandas tidak cukup untuk melegakan kerongkongannya yang terasa begitu sesak. Beberapa saat kemudian terdengar suara derap langkah kaki Rani yang berjalan masuk ke dapur. Setelah suara derit pintu rumah yang terdengar tertutup. "Umi, rupanya Umi di sini?" ucap Rani menyunggingkan senyuman saat menemukan wanita bertubuh su

