Bab 28

1002 Kata

Tubuh Asma dibasahi oleh peluh. Ia semakin gusar karena sudah setengah jam yang lalu belum ada satupun dokter ataupun suster yang keluar dari ruang ICU tempat Abah dilarikan beberapa saat yang lalu. Bahkan lampu yang berada di atas ruangan itupun masih menyala. Menandakan jika masih dilakukan tindakan di dalam ruangan. "Sabar Asma!" lirih Ustaz Azhar yang duduk di samping Asma. Hanya lelaki itulah yang menemani Asma saat ini. Karena Umi kembali jatuh pingsan. Sementara Rani, tidak ada satupun orang yang memberitahukan kepadanya kejadian Abah yang mendadak terkena serangan jantung. "Tapi aku takut, Ustaz!" ucap Asma menatap dengan netra berkaca-kaca. Tubuhnya gemetaran, menahan ketakutan. Lelaki yang duduk di samping Asma menjatuhkan tatapan teduh. Meskipun ia tahu jika wanita itu kini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN