Bab 48

1008 Kata

"Wah, sudah ramai sekali Bang!" ucap Asma takjub melihat orang-orang yang sudah berkumpul untuk menyaksikan acara peresmian di perkebunan teh milik keluarga Sangir. "Ramai sekali, Bang!" Asma mengalihkan tatapannya pada lelaki yang duduk di samping kemudi. Lalu mengalihkan tatapannya ke arah kaca mobil, menatap pada pemandangan yang berada di luar mobil. Dentuman musik terdengar hingga ke dalam mobil tempat Asma berada. Wisnu membalas ucapan Asma dengan senyuman. "Ayo, Umi, Ran, kita turun sekarang!" ajak Wisnu setelah menghentikan mobil. "Iya Nak Wisnu," balas Umi. "Tunggu sebentar, Bu!" ucap lelaki yang duduk di bangku kemudi. Lelaki itu bergegas turun dan membukakan pintu mobil untuk Umi dan Asma. "Biar aku yang bawa Akbar," ucap Wisnu mengulurkan tangannya pada Umi. Karena sejak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN