“Kau baik-baik saja?” Maxime segera menghampiri Allura. Wajah gadis itu nampak pucat, dahinya mengeluarkan keringat dingin dan Allura tampak menahan rasa sakit. Maxime mendapati kaki gadis itu mengeluarkan darah dan segera menyadari Allura tertembak. Meskipun mereka ada dalam sebuah game, tetapi masih bisa merasakan sakit seolah-olah mereka sungguh terluka dalam dunia nyata. Itu disebabkan oleh reaksi otak mereka yang bekerja dan mengalirkan sakit yang sebenarnya adalah ilusi. Maxime mencoba menghentikan pendarahan di kaki Allura. Kemudian Mahavir datang menghampiri mereka. “Bagaimana keadaanmu, Allura?” Allura hanya mampu menoleh tanpa menjawab. “Kakinya tertembak,” ujar Maxime, lalu menoleh pada Mahavir, “cari tempat aman. Aku akan melindungi kalian.” Maxime berdiri dengan senjata

