Christian memijit pelipisnya yang mengetat saat ini, rasa emosi masih benar-benar tersimpan di dalam benak pria itu rasanya ia ingin membunuh siapapun yang berhadapan dengannya saat ini. Namun, saat mengingat wajah Fiorella dua minggu lalu perlahan kemarahan itu surut. Christian melirik tepat di jendela yang masih menampilkan hujan lebat di luar sana. Christian mendirikan tubuhnya, ia menatap butiran air yang perlahan berjatuhan dari langit perlahan pikirannya berkelana mengenai keadaan Fiorella, ia sudah menampar dan mencengkeram tak manusiawi bahu wanita itu, sudah dapat dipastikan lebam menghiasi bahu putih istrinya. Memikirkan hal tersebut akhinya Christian mendengus dan berbalik arah keluar dari kamarnya dan menuju kamar Fiorella namun di tengah lorong ia melihat jasad Julia yang mas

