Karena perbincangan sudah menjurus ke ranah pribadi dan cukup panas, Nirmala mengajak Wenny untuk mencari spot yang lebih nyaman. Mereka memilih tempat duduk yang berada di sudut ruang makan hotel. Keduanya sempat berpas-pasan dengan keluarga lain, tapi Nirmala dengan elegan menyuruh mereka untuk menikmati hidangan yang disediakan pihak hotel. “Kamu harus fokus kepadanya, Wenny. Jangan mengajaknya berbincang tentang orang lain atau menyinggung hal-hal yang kurang penting. Kamu dan dia sebaiknya fokus dengan perasaan masing-masing.” Wenny mengangguk mengerti, sedikit menyalahkan diri sendiri karena menyinggung hal-hal lain di luar pernikahan mereka. “Mama ngerti, mungkin Natta yang memang nggak punya pengalaman soal itu, dan kamu juga harus memahaminya.” “Iya, Ma.” “Satu hal. Mama meni

