Bab 144. Cerita Sedih David

1071 Kata

David tidak mau rehat meskipun sudah mengalami pelepasan. Sikap patuh Alana membuatnya ingin sekali membuat Alana bahagia malam ini. Setelah melihat Alana yang tenang, David membimbing Alana rebah kembali di atas tempat tidur, kemudian menindihnya Alana, lalu memeluk sambil melumat penuh bibir Alana. Alana mendesah ketika David menghisap lehernya dengan lembut. “Oh, David. Oooh.” Alana menggigit bibirnya kuat-kuat ketika kepala David turun dan singgah di dadanya, lalu menghisap-hisap puti*g buah d*danya sambil memberi gigitan-gigitan kecil. “David. Aku … aku sudah basah,” aku Alana tanpa malu-malu saat David masih asyik menyusu dadanya. Alana merasakan letupan-letupan nikmat dari dalam perut bagian bawah, dan ingin sekali disentuh lebih dalam. David terkekeh, tangannya lalu menyelinap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN