“Om mau pulang?” tanya Alana. Entah kenapa dia merasa senang berdekatan dengan David, mantan tunangan mamanya. “Ya,” jawab David dengan berat hati. Dia lalu mengeluarkan dompet dan menyerahkan sebuah kartu ke hadapan Alana. “Om?” “Pegang, kamu pasti butuh ini. Kehidupan kamu jauh berubah sekarang. Om ingin kamu bahagia dan menganggap hidup kamu tetap sama seperti dulu. Lagi pula, kamu bekerja keras sekarang….” David melirik tangan Alana yang sebelumnya lebih halus. Tanpa izin Alana, David meraih tangan Alana dan mengamatinya. “Om….” Alana tersentak, perasannya lemah seketika. “Ini agak kasar, Alana. Om sebenarnya nggak mau kamu bekerja—“ “Nggak perlu begini, Om David. Aku senang dengan kehidupan aku sekarang, aku punya kegiatan dan aku sangat puas saat menerima hasil kerja kertasku.”

