Alvaro menyerah, dia berdiri dari duduknya. “Kamu bunuh diri, Tsamara. Kamu nggak kapok bertaruh. Kamu maju dan melakukan tes dna untuk putrimu, kamu akan binasa. Aku pastikan putrimu yang masih muda itu tidak akan pernah punya masa depan … aku sarankan untuk fokus bisnis dan usahamu, jangan mengganggu Rubiantara, dan kamu akan aman selamanya.” Alvaro kembali memberi saran agar Tsamara mempertimbangkan konsekuensi akibat sikap keras kepalanya. “Bayangkan saja, kamu tetap menuntut tes dna, dan tes tersebut tidak membuktikan Alana adalah anak kandung Damian, maka perasaan putrimu akan hancur karena kamu telah membohonginya. Lalu kami tentu tidak tinggal diam, kami cabut semua bisnis usahamu, karena kamu telah melakukan pencemaran nama baik. Apa kamu sanggup menanggung triliunan rupiah, ya

