BAB 77

1407 Kata

Suasana mencekam sampai ke dapur. Setelah tutup dua hari karena masa berkabung, kini para staf Demian mulai masuk untuk bekerja seperti biasa. Tidak ada keceriaan. Semua tampak masih terpukul dengan kematian Mikhaila yang begitu mendadak. Apalagi karangan bunga juga masih tertata di sepanjang lorong menuju dapur. Membuat sebagian yang mengenal Mikhaila kembali merasakan kesedihan itu. Reyn menyadari bahwa karangan bunga tersebut akan membuat konsentrasi timnya buyar. Maka ia memutuskan untuk menyingkirkannya. Demian tak lama keluar dari lift, menyapa rekan kerjanya yang pagi-pagi tengah sibuk menyingkirkan karangan bunga selebar dua meter itu. "Kau sedang apa?" "Oh hai chef. Kau masuk pagi?" Reyn menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Demian mengangguk lesu. Kelopak matanya saja mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN