“Mommy dimana sekarang?” tanya Gery sambil berusaha sekuat tenaga menahan amarah yang mengungkung dirinya. “Waalaikumsalam,” sindir Mommy Rossi. “Cepetan jawab pertanyaan aku, Mommy dimana?” desak pria itu, masih berusaha menahan emosi. “Lagi di Spa. Mau pinjem uang lagi?” sindirnya lagi, karena biasanya putranya hanya menghubungi dirinya jika sedang butuh uang. “Aku ke sana.” Sambil memutus sambungan telepon di antara mereka tanpa salam. Gery langsung melajukan mobil barunya dengan kecepatan di atas rata-rata meski akhirnya dia tetap saja tak bisa berkutik saat kemacetan menghadang laju kuda besi yang ia beli beberapa bulan lalu. Segala caci maki terus keluar dari mulutnya walau dia tahu apa yang ia lakukan tak bisa mengubah apapun. Sekitar satu jam kemudian mobilnya pun sudah terpa

