Pukulan kembali mendarat di wajah tampan pria keturunan Cina-Indonesia itu saat ia sedang berusaha mengumpulkan kepingan nyawa yang masih berceceran entah dimana. Bughh…bughh…bughh… Tiga kali pukulan yang langsung membuat tubuh Gerry ambruk di lantai yang begitu terasa dingin saat menyentuh kulitnya. Tunggu, tunggu, kenapa bisa kulit bokongnya merasakan dinginnya lantai? Gery langsung membelalakan wajahnya kala menyadari dirinya jatuh di lantai tanpa sehelai pakaian yang menempel di tubuhnya. “Emang Anjing, lu! Bener-bener b***t lu jadi cowok!” Suara baritone Satria menggema mengisi ruangan itu. “Najis gue punya temen kayak elu!” lanjutnya dengan wajah penuh kebencian. Tapi kenapa? Apa salahnya hingga membuat Satria murka? Dan saat dia masih berusaha mengingat-ingat kesalahannya,

