Sesampainya di bandara Lombok, seorang sopir sudah menunggu dengan papan nama Evan. Mereka pun langsung naik ke mobil yang menjemput. “Kita ke hotel dulu,” ucap Evan datar, matanya tak lepas dari tab yang ia pegang. Risa menoleh, membuka buku agenda kecilnya. “Pak, harusnya hari ini ada jadwal meeting sama bos besar,” ujarnya hati-hati. “Dia tahu saya pergi,” jawab Evan singkat, matanya tetap terpaku di layar tab. “Cek kesehatan juga, Pak,” tambah Risa sambil melirik Evan dari kursi depan. “Itu ganti jadi lusa,” jawab Evan akhirnya, menutup tabnya dengan tegas. “Ok, Pak,” balas Risa cepat, jari-jarinya cekatan menyesuaikan jadwal di agendanya. Evan melirik sekilas. Dari tadi Risa tampak begitu serius. Dengan kacamata hitam, baju santai, dan rambut tergerai, penampilan Risa lebih mir

