Di kantin rumah sakit, Risa duduk sendirian setelah selesai makan. Tangannya sibuk menyalakan sebatang rokok. Asap mengepul pelan, memenuhi udara di sekitarnya. Matanya kosong, pikirannya kacau. Ia membuka ponselnya, melihat notifikasi gajian sudah masuk. "Lima belas juta... ya gaji gue," gumamnya lirih, senyum tipis terbit di wajahnya. Tapi senyum itu segera memudar ketika ia menatap angka itu lebih lama. Jauh dari cukup. Jempolnya berhenti di layar, tepat di atas chat Reno. Ia ragu. Reno memang tunangannya, tapi ia tahu Reno sedang mengerjakan rumah impian mereka. Bagaimana mungkin ia tega meminta uang dalam jumlah besar sekarang? "Gimana ya..." bisiknya, kebingungan. Risa mengisap rokoknya lagi, berusaha menenangkan diri, sebelum akhirnya ia kembali ke ruangan Arka. Karena atur

