- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Senna bersedekap dan memandang lurus ke depan. Gadis itu mengabaikan Reynand yang sedari tadi gencar merayunya agar mau keluar dari mobil. Sesungguhnya Senna ingin sekali keluar dan bergelung pada sebuah selimut tebal, dengan tangan memegang cokelat panas yang mengepul. Perutnya juga keroncongan bukan main. Sepertinya mie instan kemarin malam sudah tergiling habis tak bersisa. “Ayo turun…” ajak Reynand kesekian kalinya. “Kau harus menghangatkan tubuhmu dengan benar.” Masalahnya adalah Senna ingin bergelung dengan selimut tebal miliknya. Miliknya sendiri. Bukan milik orang lain. Apalagi milik Reynand! Dan kadal berkelamin ganda itu malah membawanya kem

