Setibanya di penginapan, Robin langsung dihadang Rosalina—dia berdiri tepat di mulut pintu. Gadis itu nampak jengkel bukan main. Beberapa kali Rosalina mengentakkan kaki sebelum akhirnya berkata, ″Tuan Robin, aku rasa Anda tidak memiliki wewenang untuk meninggalkan siswi akademi.″ ″Asal tahu saja,″ katanya. ″Aku tidak memiliki kewajiban sebagai tentor siswi, yang artinya, aku tidak harus mendampingmu selama di lapangan.″ Perkataan Robin benar-benar membuat Rosalina suntuk. ″Sudah lebih dari dua jam aku berdiri di lobi penginapan ini. Menunggu kehadiran Anda, dan inikah yang kudapatkan? Aku juga memiliki hak yang sama atas kasus ini. Jadi, jika tidak keberatan, aku ingin mengetahui perkembangan kasus ini.″ ″Bukankah Paul sudah menjelaskan seluruh detail informasi yang kaubutuhkan?″ ″Tap

