Ban 144

3032 Kata

Mark berdiri tegak di ruang rapat utama kantor, jasnya rapi meski dasinya sedikit longgar karena kelelahvan dari perjalanan panjang dari bandara. Cahaya lampu neon memantul di kaca jendela tinggi, menyinari lantai marmer dan meja rapat panjang yang di sekitarnya duduk para manajer dan staf senior. Ia menatap satu per satu wajah mereka dengan tatapan tajam yang membuat setiap orang di ruangan itu langsung menegang. Suasana hening. Bahkan suara kertas atau derak kursi terdengar begitu jelas. Semua orang bisa merasakan ketegangan yang datang dari pandangan Mark—pandangan seorang pemimpin yang biasanya sabar, tapi kali ini ada amarah dan kekecewaan yang tak bisa disembunyikan. Mark menarik napas dalam-dalam, menatap layar presentasi di depannya yang menampilkan laporan keuangan perusahaan. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN