Bab 84

2292 Kata

Mark berdiri tegak di depan Yaksa, tangan masuk ke dalam saku celananya dengan santai, matanya menatap tajam ke arah pria itu. Senyumnya yang sinis menyelimuti wajahnya, seolah menegaskan kekuasaan yang kini berada di tangannya. Di depannya, Yaksa terdiam, menatap Mark dengan mata merah dan bibir bergetar, air mata menetes membasahi pipinya. Seluruh perasaan frustrasi dan kekalahan yang telah lama ia ciptakan kini berbalik menghancurkan dirinya sendiri. “Lihat… lihatlah, Yaksa,” kata Mark dengan nada dingin namun tenang, setiap kata tersusun rapi penuh tekanan psikologis. “Kau pikir kau bisa bermain-main dengan hidup orang lain? Dengan Giana? Dengan perusahaanku? Semua usaha licikmu… hancur sekarang.” Yaksa mencoba mengangkat kepalanya, namun tangannya gemetar saat ia menyeka air matanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN