Giana menatap kulkas di dapur rumah Diana dengan mata berbinar. Pagi itu sinar matahari menembus jendela, menerangi seluruh ruangan, membuat suasana terasa hangat dan menyenangkan. Ia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri, lalu membuka kulkas untuk mulai menyiapkan bahan-bahan membuat es doger. “Kalau Mark suka, aku harus buat yang sempurna,” gumamnya pelan sambil tersenyum sendiri. Ia mengeluarkan santan, es serut, cincau, kolang-kaling, tape singkong, sirup merah, dan s**u kental manis. Semua bahan itu tersusun rapi di meja dapur, dan Giana mulai mengukur bahan satu per satu dengan hati-hati. Ia ingin setiap detail sempurna agar Mark bisa tersenyum lebar ketika mencicipinya. Giana mulai memarut es. Suara gesekan es di parutan membuatnya tersenyum kecil. “Ini pasti akan terlihat

