Bab 97

2646 Kata

Mark menekan pedal gas dengan mantap, mobil melaju meninggalkan gerbang kampus. Matahari sore mulai turun, menyisakan cahaya hangat namun samar di jalanan. Giana duduk di sampingnya, tubuhnya masih gemetar halus, tangan mengepal pada kain tasnya, mata menatap lurus ke luar jendela seakan mencari pelarian dari bayangan Evan yang menakutkan itu. Mark melirik sesekali ke arahnya. Wajah Giana pucat, bibirnya sedikit gemetar, dan tatapan matanya menunjukkan ketakutan yang belum hilang. Mark menghela napas panjang, hatinya sesak melihat gadis yang dicintainya seperti ini. “Giana… aku di sini, kau aman… hmm… semuanya sudah berakhir sekarang,” bisiknya lembut, tapi tegas. Giana hanya menunduk, napasnya masih tersengal. “Mark… aku… hmm… aku takut… kalau kau tidak datang… hmm… apa yang akan terjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN