“Om Arka itu orang yang baik. Kalo dia masih disini, pasti dia sayang banget sama Aira.” Aira kembali mendudukkan dirinya dan menatap Ray dan Riri bergantian. “Tapi kenapa Ibu foto sama Om Arka? Bukan sama Ayah?” tanya Aira penasaran. Riri sudah tak mampu lagi membendung tangisnya, walau ia terisak dalam diam. Ia tak mau jika Aira melihatnya menangis dan makin mempertanyakan alasannya. Ray dan Riri yakin, foto yang tak sengaja Aira lihat adalah foto saat kelahiran Aira di rumah sakit dulu dan foto pernikahan Arka dan Riri yang berada bersebelahan. Riri dan Ray belum sempat memindahkannya ke album baru karena mereka sibuk bekerja. Toh, kenangan itu memang tersimpan dirumah orang tuanya dan tetap akan jadi kenangan untuk keluarga ini. “Karena…” Ray ragu mengatakannya. Aira masih terlalu

