Chapter 44

1623 Kata

“Masih mau liat bintang. Kamu udah selesai mandinya?” “Udah. Gerah banget ternyata disini. Aku udah gerah lagi sekarang.” keluh Ray. Riri merapikan rambut Ray yang masih berantakan, mungkin karena Ray habis mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ray menahan lengan Riri. Menatap Riri lamat sampai kedua bola mata mereka bertemu. Hanya hening yang tercipta, seolah mereka berbicara lewat tatapan mata saja. “Udah malem, mau tidur ngga?” tanya Ray pelan. Riri sudah memikirkan hal ini. Ini sudah cukup lama sejak pernikahannya dengan Ray terjadi. Tapi dirinya bahkan belum menyerahkan diri seutuhnya kepada Ray. Seolah masih membentengi diri yang justru adalah sebuah dosa besar yang diperbuat Riri hanya karena hatinya yang saat itu belum sepenuhnya milik Ray. Tapi semakin hari, Riri semakin dib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN