“Masih mau liat bintang. Kamu udah selesai mandinya?” “Udah. Gerah banget ternyata disini. Aku udah gerah lagi sekarang.” keluh Ray. Riri merapikan rambut Ray yang masih berantakan, mungkin karena Ray habis mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ray menahan lengan Riri. Menatap Riri lamat sampai kedua bola mata mereka bertemu. Hanya hening yang tercipta, seolah mereka berbicara lewat tatapan mata saja. “Udah malem, mau tidur ngga?” tanya Ray pelan. Riri sudah memikirkan hal ini. Ini sudah cukup lama sejak pernikahannya dengan Ray terjadi. Tapi dirinya bahkan belum menyerahkan diri seutuhnya kepada Ray. Seolah masih membentengi diri yang justru adalah sebuah dosa besar yang diperbuat Riri hanya karena hatinya yang saat itu belum sepenuhnya milik Ray. Tapi semakin hari, Riri semakin dib

