Sesuai dengan permintaan Riri barusan, Ray benar-benar memeluk Riri saat mereka berdua memutuskan untuk terlelap. Walau sebenarnya baik Ray dan Riri belum benar-benar terlelap. Riri dan Ray hanya memejamkan kedua mata mereka. Riri tak salah dengan perasaannya. Riri merasa nyaman berada di pelukan Ray saat tertidur. Semua pikiran buruknya seakan hilang sekarang. “Ray…kamu udah tidur?” tanya Riri tiba-tiba. Ray kembali mengeratkan pelukannya dan mengusap pelan rambut Riri. “Hm..” hanya deheman saja yang Ray balas dari pertanyaan Riri dengan mata terpejamnya. Rasanya, Ray tak ingin malam ini cepat berganti menjadi pagi. Hanya dengan merebahkan diri sambil memeluk istrinya, Ray sudah merasa seolah semua permasalahan hidupnya tak lagi berarti. “Banyak hal yang mau aku tanya…boleh aku tanya s

