Ray mendekatkan wajahnya kearah Riri. Sekali saja, Ray ingin mengecup bibir mungil Riri. Hanya untuk memberitahu Riri bahwa ucapan setujunya soal liburan berdua benar-benar membuat Ray bahagia. Ray tak boleh kalah dengan rasa gengsinya kali ini. Ia harus berani menyatakan perasaannya pada Riri dan membuat Riri merasa nyaman bersamanya. Ray makin mendekatkan wajahnya kearah Riri. Riri tak menolak atau mendorongnya untuk menjauh. Riri malah menutup kedua matanya, seolah tau hal apa yang akan Ray lakukan. Sampai pada bibir mungil Riri dan bibir Ray hanya berjarak 2 senti, suara kenop pintu yang keras membuat keduanya kaget dan akhirnya kepala mereka saling bertubrukan. “Enak banget crofflenya!” ucap Trina kencang. Begitu melihat Ray dan Riri yang saling mengaduh kesakitan karena kepala mer

