“Oh ya Bi, besok malam, rencananya aku dengan Vicky akan pergi ke club yang baru dibuka itu. Kau mau ikut?” Bianca yang baru saja menaruh gelas anggur langsung menoleh cepat. Matanya berbinar, meski ia berusaha menyembunyikannya dengan wajah datar. “Clubbing?” tanyanya, seakan memastikan ia tidak salah dengar. Mia mengangguk penuh semangat. “Iya! Sudah lama kita tidak pergi, bukan? Aku pikir akan seru. Musik, lampu, orang-orang… dan tentu saja Vicky. Tapi kalau kau ikut, janji jangan hanya duduk diam, oke?” Bianca bersandar di kursinya, menyilangkan kaki, lalu tersenyum miring. “Astaga… aku hampir lupa rasanya ke club. Sudah berapa lama ya? Mungkin enam bulan? Atau lebih. Aku… rindu memakai pakaian seksi yang bisa membuat semua orang menoleh.” Mia langsung terbahak, menutupi mulut den

