Rhea terbangun dari tidurnya yang masih di dekap hangat oleh Shaka, sudah dua mingguan in mereka menempati rumah baru mereka, rumah masa depan mereka dengan harapan yang ke depannya akan menyiptakan kebahagiaan yang tiada tara. Rhea perlahan melepas dekapan hangat tangan Shaka, ia bangun dari tidurnya kemudian menyangga bagian kepala sebelah kanannya. Rhea menatap lembut wajah Shaka yang masih tidur dengan pulas itu. Tangan lembut Rhea terulur ke arah Shaka mengelus pipi Shaka dengan penuh kehati-hatian takut suaminya terganggu dengan tingkahnya, dalam diamnya Rhea berkata bahwa ia bahagia bisa bertemu dengan Shaka dalam hidupnya, dia laki-laki yang selalu bisa membahagiakan Rhea dengan caranya sendiri, meskipun terlihat konyol namun Rhea sangat bersyukur. Entah kejadian apa bila Rhea ta

