Bab 27 Kebenaran

1264 Kata

Keisha baru saja mengantarkan pesanan terakhir. Jam kerjanya sudah habis, jadi ia bisa berhenti sekarang. Ia sedang bicara dengan Kak Mita, atasan sekaligus pembimbingnya di resto, saat tiba-tiba seseorang memanggilnya. Teguh datang dengan buru-buru. “Kei, ada yang nyari lo di depan. Katanya penting.” Keisha mengernyit. “Hah? Siapa?” “Nggak tahu. Ibu-ibu, sendirian.” “Oh, oke, makasih ya, Guh.” Meskipun masih bingung, Keisha tetap berjalan ke luar, berniat menemui orang yang nekat mendatanginya pada pukul sepuluh malam. Dan bagaimana pula ia bisa tahu bahwa Keisha bekerja di sini? Keisha menatap wanita paruh baya yang sedang menatap ponselnya. Pakaiannya modis, dengan kaki dibalut high heels mahal dan berkilat. Blazer-bulunya tampak lembut. Anting-anting dan cincin wanita itu berkilau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN