Bab 30 Kisah Masa Lalu

1903 Kata

Felicia kesulitan menyamai langkah Keisha yang cepat. Keisha berlari di lorong rumah sakit dengan perasaan tidak keruan. Perasaan takut menghantuinya hingga membuat dadanya sakit. Membayangkan bahwa Kenisha berbaring di sana sambil meregang nyawa membuatnya ingin mati saja. Tidak boleh. Ia akan melakukan apa pun untuk menyelamatkannya. Melalui matanya yang sudah berkaca-kaca Keisha bisa melihat ibunya dan Frando yang duduk di sebuah bangku panjang. Keisha tidak bisa menolak saat ibunya, dengan tangisan yang lemah datang memeluknya dengan erat. Seolah mereka sebelumnya tak pernah bertengkar. Seolah masa lalu kelam itu tidak ada. Seolah kini Keisha masih Keisha kecil yang dulu disayanginya. “Keisha … Kenisha, Kei.” Suara ibunya yang lirih dan bergetar membuat batin Keisha tertusuk. Benten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN