“Gue tanya, lo udah makan?” tanya Erlangga lagi. Masih dengan ekspresi seriusnya. Membuat Keisha malah salah tingkah. Kenapa cowok ini masih bisa-bisanya bersikap sekaku itu? Nada bicaranya dingin, tidak ada godaan sama sekali, tapi juga menyiratkan keramahan dan perhatian. “Be-belum.” Keisha menjawab pelan karena masih merasa tak ingin menjawab. “Ya udah. Yuk, makan. Udah hampir jam delapan.” Erlangga akhirnya bangkit. Menyinggung bahwa waktu makan malam memang sudah lewat. “Iya, Kei. Lo dari tadi siang nggak ada makan karbohidrat.” Kenisha menimpali. Keisha sudah melotot. Marah karena berani-beraninya Kenisha menyodorkannya pada Erlangga. “Kita pergi dulu aja. Kasih waktu buat Frando dan Kenisha dulu.” Erlangga tiba-tiba mendekatkan wajahnya, berniat membisikkan sesuatu. Cowok itu

