Bab 18 Ketakutan Keisha

1323 Kata

“Lang …,” panggil Keisha pelan selagi kakinya berusaha menyeimbangkan langkah Erlangga yang kian lebar. “Iya, Kei? Kita harus cepet sebelum hujannya makin deras.” Erlangga masih terus melangkah. Mengeratkan genggamannya di tangan Keisha saat merasa bahwa kulitnya dingin. Jalanan itu kosong. Tidak ada orang sama sekali. Dan itu membuat perasaan Keisha semakin buruk. Matanya berkeliling tidak fokus. Tubuhnya sudah setengah basah. Lalu ia melihat sorotan cahaya terang yang tajam, kilasan lampu mobil yang menuju ke arahnya dengan cepat. Kakinya terpaku ke tanah dan tubuhnya membatu, Keisha tak bisa bergerak. Matanya terpejam erat. Ia ingin berteriak tapi teriakannya tak bisa keluar. Beberapa detik berlalu, tidak ada yang terjadi. Ia hanya berdiri diam di sana. Di tengah jalan di bawah guyur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN