Keisha duduk kaku di kursi penumpang. Erlangga memaksa ingin mengantarnya pulang. Cowok itu terlihat serius mengemudikan mobil. Tunggu, jangan sampai nanti Erlangga bertemu dengan Kenisha. Ia belum mengatakan apa pun soal saudari kembar. Ia harus mengabari Kenisha dulu. Tapi … sial! HP-nya mati! Kenapa benda itu selalu mati di saat Keisha lagi butuh-butuhnya! Kalau dia sudah kaya nanti, dia akan ganti HP dengan daya baterai yang akan tetap on fire meskipun sudah seharian digunakan. “Lang, bawa HP, nggak?” “Nggak. Kenapa, Kei? Tadi gue tinggal karena kan cuma mau nganter lo pulang.” “Oh, nggak apa-apa.” Tidak peduli seberapa Keisha deg-degan, mobil tetap melaju hingga mereka sampai di rumah. “Makasih, ya. Pulangnya hati-hati.” Keisha turun dari mobil. Menoleh diam-diam ke pintu depan ru

