“Ariya!” panggil Dhina Suasana di kampus Ariya lumayan padat dengan lalu lalang mahasiswa. Begitu pula dengan Dhina yang lama tak berjumpa dengan Ariya, mencoba mencari keberadaan Ariya. “Shinta! Tumben sendirian di mana Tio?” tanya Ariya kepada Dhina teman satu tempat tinggal Ariya dulu, wanita yang di cintai Alvin. “Tio, sudah lama menghilang. Sepertinya dia tidak bisa meneruskan kuliah,” terang Dhina. “Kamu sendiri gimana kabarnya? Dulu kakakmu sempat nyari kamu,” ungkap Dhina dengan senyumannya yang indah. “Iya, dia sudah menemukan tempat tinggalku.” “Memang sekarang kamu tinggal di mana?” tanya Dhina penasaran. “Kapan-kapan aku ajak main ke rumah.” Ariya tak mampu berkata, sengaja agar berita pernikahnnya yang disembunyikan tak akan terungkap. “Hai, culun!” sapa Indira,

