Malam mencekam pun telah datang, dengan segala kekhawatirannya Ariya mendatangi kamar Lusi. Malam ini Ariya tidak tenang menginap di rumah Lusi. "Dek!" sapa Ariya. Lusi menoleh kepada sang kakak dan mencoba menyunggingkan senyum. "Roh apa yang mengikuti Siska?" tanyanya pada Lusi. Lusi menatap wajah Ariya dalam, sembari melirik Lili dan teman-teman yang lain, mereka sedang berlari-lari ramai memenuhi kamarnya. “Jangan berisik kalian, ada Kakak aku di sini.” Lusi menegur Lili dan teman-temanya. "Sesosok wanita buruk rupa dan ada luka di tangannya," ucap Lusi. Napas Ariya tersengal "wanita?" tanyanya bingung. Ariya tampak berpikir, tetapi ia tak tahu apa-apa. Mengingat mereka baru saja pindah ke sini dan tidak tahu tentang apa-apa. "Owh, baiklah!" Semakin larut mata Lusi tak bi

