Dilea PoV. "Hih. Dasar. Pangeran halu baru iya," sungutku. Kulihat Rafian kembali mengeluarkan Smartphone nya. "Hallo. Pesanan saya sudah siap? Oke. Langsung bawa ke atas sekarang," ucapnya pada seseorang di seberang sana. Rafian pun meletakkan ponsel pintarnya di atas meja makan di depan kami. Lalu ia tersenyum ke arahku. "Bentar ya. Pesanan loe bentar lagi datang." "Siapa yang pesan? Aku nggak pernah pesan apa-apa?" balasku sambil mengangkat kedua bahuku secara bersamaan. Dan tidak lama kemudian…. Tok. Tok. Tok. Suara ketukan yang berasal dari pintu ruangan itu. "Nah, pesanan kita datang. Bentar ya gue bukain dulu," ucap Rafian kemudian beranjak dari tempat duduknya. Ia pun berlari kecil ke arah pintu yang sudah kami lewati tadi. Cekrek! Kulihat ia membukakan pintu itu, lalu memunc

