Hazel menghentakkan kakinya sendiri karena kesal. Dia bahkan membutuhkan waktu dua puluh menit lebih untuk menemukan rumah yang tertera di kertas yang dia pegang. Sekarang Hazel sedang berdiri di depan sebuah rumah tanpa pagar. Rumah berhalaman cukup luas itu berada di sebuah komplek dengan pengamanan dua pintu. Hazel melangkah pelan menghampiri rumah itu dan berdiri ragu di depan pintunya. Dia menghela napas pelan sebelum menekan bel. Hazel menunggu cukup lama hingga dia harus menekan lagi bel rumah itu sebelum akhirnya terdengar suara kunci diputar dan seorang wanita terlihat melongokkan kepalanya. "Ya?" "Aku ingin bertemu seseorang...seorang pria yang mengunjungi kafe Shaffron tadi? Dia meninggalkan alamat ini.." "Oh pasti Rob. Aku baru saja mengusirnya. Dia mungkin belum jauh dari

