"Kopi anda Tuan Jefferson..." Ethan menoleh. Dia tengah menumpukan kedua tangan di pembatas balkon. "Terimakasih." Ethan menerima cangkir kopi yang diulurkan oleh Hazel. Hazel ikut menatap kemana Ethan melayangkan pandangannya. Hanya sebuah tembok rumah tetangga Hazel yang kusam. Dengan balkon yang sama kusamnya. "Kakakku, suaminya adalah tetangga kami. Mereka sering bercakap dari balkon masing-masing. Aku selalu tahu mereka berjodoh. Mereka nyaris selalu bertengkar." "Suami Pita, Mason terlihat pendiam." "Hidup mengajarinya banyak hal. Jalan yang mereka tempuh sebelum mereka bersatu seperti sekarang tidaklah mudah. Dan Mason menjadi pandai mengalah pada Pita. Pita agak...sulit mengalah." "Pita terlihat memuja suaminya." "Apa kau akan seperti itu? Memujaku?" "..." Ethan meletakk

