Hazel berjalan setengah berlari. Napasnya memburu. Beberapa kali dia menabrak sesama pejalan kaki yang datang dari arah berlawanan dengannya. Di depan sebuah kedai kopi dengan meja-meja tertata apik di depannya, Hazel tertegun dan menoleh saat segerombolan pemuda yang melintas di jalanan dengan mobil mereka, mengurangi laju mobil dan mengimbangi langkah Hazel. "Hai cantik. Mau bermalam denganku?" Pemuda yang memegang kemudi menegurnya. Tiga orang pemuda lain yang menjadi penumpang tertawa. Satu orang di ujung terjauh jok mobil terlihat acuh dan menatap ke depan. Air mata luruh dari pelupuk mata Hazel. Beberapa orang mulai memperhatikannya. Seorang wanita menyapa dan menanyakan apakah dia baik-baik saja? Hazel menggeleng dan terus melaju langkahnya. Di sebuah pilar penyangga bangunan di

