Ethan memperhatikan Matthew yang mendorong pintu perlahan. Ruangan yang redup. Ethan berjaga tentang segala kemungkinan. Kalau Hazel benar ada bersama pemuda itu, maka sikapnya saat melihat dirinya masih sulit dibayangkan. Mungkin dia akan murka? Atau diam saja. Atau... "Kakakku mungkin sudah tidur jam seperti ini." "Tidak apa-apa." Ethan melepas jaketnya yang sedikit basah. Dia mengikuti gerakan Matthew, menyangkutkan jaketnya di belakang pintu. "Maaf kau harus mandi di kafe tadi. Kamar mandiku ada di dalam dan aku tidak mau mengganggu kakakku." "It's okay, Matt." Matthew menyalakan lampu. "Matt, kaukah itu?" "Iya, Hazel." Ethan terpaku. Suara itu suara Hazel. Dan Matthew memanggilnya Hazel. Dan sudah bisa dipastikan bahwa dia Hazelnya. Tangan Ethan terkepal menahan gejolak pikir

