"Oke! Sini,"panggilnya. Kedua tangannya terbuka lebar siap menerima tubuh Ana. Ana mendekat dengan ragu, lalu tubuhnya terhempas ke dalam pelukan Randy."Ada apa?" Pria itu tidak menjawab, dibalikkannya tubuh Ana hingga membelakanginya. Ia menenggelamkan wajahnya di lekukan leher Ana. Pinggang Ana terasa mengetat akibat tangan Randy yang melingkar di sana. "Apa rencana kita pagi ini? Masih di kamar terus?" "Kamu punya rencana lain?" Randy balik bertanya. Jujur saja ia tidak ingin kemana-mana. Liburan tidak mesti pergi mengunjungi tempat-tempat wisata. Ia pergi ke sini hanya untuk istirahat dengan tempat yang memiliki udara dan segar . Menurutnya pergi kemana-mana itu menghabiskan cukup banyak energi. "Kamu yang lagi liburan, kan...seharusnya kamu yang punya rencana. Mau kemana...dan n

