*PUNCAK PENYELESAIAN* Adzan maghrib berkumandang. Semua santri hendak pergi ke masjid untuk sholat maghrib berjamaah. "Ayo, Qil, Kak Nayla." Ajak Savierra. "Ayo, aku udah siap. Kak Nayla mana?" Sahut Qila. Savierra dan Qila mendapati Nayla yang masih termenung sambil memangku mukenahnya. "Kenapa, Kak?" Tanya Savierra. "Kepikiran." Sahut Nayla yang masih tidak berpaling ke sumber suara. "Kan setor 5 juz nya udah kelar. Udah gak ada beban harusnya." Kata Qila kemudian. "5 juz nya udah. Tapi aku masih takut." Kata Nayla. "Takut kenapa sih?" Tanya Savierra. "Hafalan 5 juz nggak bakalan bisa ngilangin rasa kecewa nya Pak Kyai ke aku. Padahal aku nggak salah. Aku bener-bener terlihat rendah, padahal kalian ngerti kan, aku nggak bakalan lakuin itu, itu semua di luar pikiran aku. Aku s

