*JARAK DAN DOA* Azzam POV Aku mencoba memberanikan diri untuk melihat siapa sebenarnya akhwat di samlingku ini. Aku mencoba berdiri dan sedikit menyingkap kain pembatas. Hanya sedikit, sebab aku tidak berani. Dan saat aku melihatnya, aku sedikit terkejut. Ternyata dia, dia yang sama-sama sedang ada di sampingku. "Savierra," Dia yang ku panggil menoleh ke arahku. "Eh, Azzam." Ucapnya. Aku pun kembali ke tempat dudukku, aku rasa Savierra juga begitu. Jadilah kami mengobrol dengan terpisah kain pembatas. "Assalamualaikum, Sav." "Waalaikumussalam, Zam." "Disini juga, Sav?" "Iya, Zam." Entah mengapa, tadi aku melihat mata Savierra seperti sayu. Seperti seseorang yang habis menangis. Aku pun menanyakan penyebab mengapa matanya sayu. "Sav, maaf sebelumnya. Aku boleh tany

