*SEDIKIT KEBAHAGIAAN BARU* Savierra POV Entah mengapa, aku seperti melihat kepribadian Kak Nayla dalam diri Kak Avivah. Mungkin mereka sudah bersahabat sangat akrab, sehingga memiliki beberapa kesamaan. "Eh awas-awas ada santri munafik tuh." Cemoohan mereka mulai menusuk relung hatiku lagi. "Yang sabar, istighfar. Gak usah didengerin ya. Disenyumin aja." Kata Kak Avivah sambil mengelus pundakku dan merangkulku seraya berjalan meninggalkan santri tadi. "Sampai kapan aku harus sabar? Sementara mereka selalu ngehujat aku dengan kata-kata yang kayak gitu." Rasanya ingin menangis saat itu juga. Tapi, semua tutur katanya selalu membuatku berhasil menguatkan hati. "Ya kamu harus sabar terus, Sav. Sampai masalah kamu bener-bener selesai. Jangan putus asa. Kamu tau, setelah kesedihan pasti

