Beberapa saat sebelumnya. Senja tampak sangat malas untuk bangun. Ia masih tergeletak seperti tak bernyawa di atas kasurnya dengan wajah dan rambut berantakan seperti Medusa. Tahu saja, ia habis menangis semalaman suntuk karena perihal ia dipecat. Ia kembali menjadi pengangguran sekarang, ia hanya ingin tiduran saja tanpa melakukan apapun. Ia benar benar galau. Senja lirik ponsel yang ada didekat tangannya. Ia buka sedikit matanya untuk melihat jam di hapenya. Pukul 11.00. Sudah setengah harian ini ia tiduran di kamarnya tanpa gairah. Senja membenamkan wajahnya ke atas bantal, kembali tertidur. Seperti makhluk tidak memiliki tulang saja. Namun tak jauh di luar sana, ia bisa mendengar suara ibunya sedang menggosip bersama ibu ibu yang sedang membeli sayur. Kepekaan telinganya bahkan

