Esok paginya Langit melihat Senja yang tampak loyo dengan mata pandanya. Tepatnya mereka sedang berada di lorong kantor Langit corporation sekarang. "Kamu kenapa? Enggak bisa tidur semalam?" tanya Langit Mas Langit enggak boleh tahu aku enggak bisa tidur semalam gara gara lampu mati, bisa bisa dia malah ceramahin aku karena nolak pulang ke rumah dia. Aku harus bersikap baik baik aja. Langit membaca semua isi pikiran Senja dan melipat tangannya di d**a. Dia bahkan bertingkah seolah majikan yang mendapati kucingnya mencuri ikan. Senja menyadari pikirannya dibaca langsung berkata dalam hati. Gawat.. mas Langit pasti dengar yang aku bicarakan barusan. Ah tapi masa sih kedengaran? Coba ngintip lagi. Senja menatap Langit, begitupun Langit yang terus menatap Senja. Tuh kan bener mas nge

