120. Masa Biru Putih Itu ...

1228 Kata

06 FEBRUARI 2006 DIANDRA LOVIA SARADIKA _____________________________ HARI itu sangat panas sekali, aroma knalpot dari kendaran umum yang beberapa kali lewat membuat napas sesak. Sesekali aku terbatuk-batuk, mengelus da-da, sambil menatap ke arah jalanan yang penuh debu, dan mengibaskan tanganku berusaha menyingkirkan asap yang membuat aku tidak nyaman. Belum ada yang menjemputku, tak ada tanda-tanda motor milik Ayah atau Bunda yang datang. Bahkan sampai halte depan sekolah sudah sepi sekalipun, tidak ada yang datang sama sekali. Dengan gelisah, aku menatap jam tangan yang melingkar di tangan kananku—hampir pukul lima. Tapi belum ada tanda sama sekali bahwa Ayah atau Bunda akan benar-benar datang. Sebuah bus melintas, namun aku tidak naik. Aku tidak tahu mau turun di mana jika naik bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN